MIN 3 JOMBANG GELAR PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1447 H

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Jombang menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan khidmat dan penuh suka cita, Jum’at (12/9/2025). Kegiatan yang mengusung tema “Ekoteologi Keteladanan Nabi Muhammad SAW Untuk Kelestarian Bumi dan Negeri”. ini berlangsung di halaman madrasah dan dihadiri oleh seluruh peserta didik MIN 3 Jombang sejumlah 516 siswa.

Acara yang merupakan hasil kolaborasi antara MIN 3 Jombang dengan Mahasiswa Asistensi Mengajar di Satuan Madrasah (AMSP) dari Universitas Hasyim Asyhari (UNHASY) Tebuireng Jombang. Turut hadir Kepala MIN 3 Jombang, Lilik Isnainyah, M. Pd, Waka Bidang Kurikulum Hera Eliza Uswatun Hasanah, M. PdI, Waka Bidang Kesiswaan Khoirun Nisak, S. PdI, Waka Bidang Humasy Andi Mulyawan, S. Pd, Waka Bidang Sarana Prasarana M. Badrus Syamsi, S. PdI, serta seluruh tenaga pendidik dan kependidikan MIN 3 Jombang.

Dalam sambutannya, Kepala MIN 3 Jombang, Lilik Isnainiyah, M.Pd menyampaikan bahwa “Kegiatan ini Sebagai wujud syukur dan kebahagiaan. Semoga kita selalu meneladani Rasulullah SAW dalam segala aspek kehidupan,” ujarnya penuh semangat.

Acara yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut diisi dengan berbagai rangkaian, termasuk pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sambutan-sambutan dan membaca sholawat diba’ oleh siswa siswi MIN 3 Jombang didampingi asatudzah At Tartil MIN 3 Jombang.
Puncak acara adalah tausiyah atau hikmah maulid yang disampaikan oleh Ustadz Rofiqul Hujjaj, S. PdI. Dalam ceramahnya, beliau mengutip syair Imam Syafi’i untuk menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menuntut ilmu dan menghormati guru.
“Ada syair Imam Syafi’i: ‘Bersabarlah kalian dari rasa pahit mulutnya guru, karena letaknya ilmu di dalam hati lekatnya ilmu pada peristiwa tersebut. Dan kita harus berbaik sangka sama guru, jika ditegur jangan diambil hati. Siapa yang tidak sabar saat belajar, bersiaplah engkau terhadap rendahnya derajat orang bodoh. Siapa yang lewat belajar saat muda, maka seakan-akan mati muda,’” quote Ustadz Rofiqul yang disambut hentakan takbir dan applause dari peserta.

Peringatan Maulid Nabi ini bukan sekadar acara seremonial belaka, tetapi merupakan wujud dari merayakan cinta kepada Rasulullah SAW. Cinta yang diwujudkan dengan meneladani akhlak mulia, memperkuat ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan kebangsaan, serta menyebarkan nilai-nilai kedamaian kepada seluruh alam. Kegiatan ini membuktikan bahwa semangat untuk meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai pendidik utama tetap hidup dan relevan sepanjang zaman.
